ArTii CintA?

•Mei 13, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

BACA Niy:

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan yang hangat yang muncul ketika saya bersender di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa kenalan dan bercumbu, sampai sekarang, dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus mengakui, bahwa saya mulai merasa lelah dengan semua ini, alasan2 saya mencintainya pada waktu dulu, telah berubah menjadi sesuatu yang melelahkan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif dan berperasaan halus, saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang menginginkan permen. Dan suami saya bertolak belakang dari saya, rasa sensitifnya kurang, dan ketidakmampuannya untuk menciptakan suasana yang romantis di dalam pernikahan kami telah mematahkan harapan saya tentang cinta. Suatu hari, akhirnya saya memutuskan untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, yaitu saya menginginkan perceraian. “Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, terlalu banyak alasan yang ada di dunia ini”, jawab saya. Dia terdiam dan termenung sepanjang malam dengan rokok yang tidak putus-putusnya. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang saya bisa harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?” Seseorang berkata, ‘mengubah kepribadian orang lain sangatlah sulit’ dan itu benar, saya pikir, saya mulai kehilangan kepercayaan bahwa saya bisa mengubah pribadinya. Saya menatap dalam-dalam matanya dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan untukmu, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya. Seandainya, katakanlah saya menyukai setangkai bunga yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?” Dia berkata, ” Saya akan memberikan jawabannya besok.” Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya melihat selembar kertas dengan coret-2an tangannya di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan : Sayang, “Saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya kembali. “Kamu hanya bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya saya bisa menolong untuk memperbaiki programnya.” “Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa masuk mendobrak rumah, membukakan pintu untukmu.” “Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-2 baru yang kamu kunjungi, saya harus memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.” “Kamu selalu pegal-2 pada waktu “teman baikmu” datang setiap bulannya, saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.” “Kamu senang diam di dalam rumah, dan saya kuatir kamu akan jadi “aneh”. Saya harus memberikan mulut saya untuk menceritakan lelucon-2 dan cerita-2 untuk menyembuhkan kebosananmu.” “Kamu selalu menatap komputermu dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya sehingga ketika nanti kita tua, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.” “Saya akan memegang tanganmu, menelusuri pantai, menikmati sinar matahari dan pasir yang indah, menceritakan warna-2 bunga kepadamu yang bersinar seperti wajah cantikmu.” Juga sayangku, saya begitu yakin ada banyak orang yang mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Saya tidak akan mengambil bunga itu lalu mati.” Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur dan saya membaca kembali. “Dan sekarang sayangku kamu telah selesai membaca jawaban saya, jika kamu puas dengan semua jawaban ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana dengan susu segar dan roti kesukaanmu?” Saya segera membuka pintu dan melihat wajahnya yang penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti. Oh, saya percaya, tidak ada orang yang pernah mencintai saya seperti yang dia lakukan dan mengetahui saya harus melupakan “bunga” itu sendiri. Itulah hidup, atau boleh dikatakan, cinta, ketika seseorang dikelilingi dengan cinta, kemudian perasaan itu mulai berangsur-angsur hilang dan ketika kita mengabaikan cinta sejati yang berada diantara kedamaian dan kesepian. Cinta menunjukkan berbagai macam bentuknya, bahkan dalam bentuk yang sangat kecil dan dangkal, atau bahkan tidak punya bentuk, bisa juga dalam bentuk yang tidak ingin kita ketahui. Bunga, saat-saat yang romantis hanyalah bentuk awal dari hubungan. Diatas semua ini, pilar cinta sejati berdiri dan itulah kehidupan kita.

Waw, Keyenz!

Jadi kepenge…..?

he,..

tAnTe Phaw. .

•Maret 24, 2009 • 1 Komentar

07:17 WIB

Drttt….drtttth….

HapeQ getar.., aa’ telpon..napa kiy tumben pg2?

“halow?? napa mas”

“lgi nang ndi phaw?”

“nang kampus, da kul pagi ey..np tah?”

“ki mbMuw nglairin jam 6 mau…”

“eh..Inna… Alhamdulillah…heheheheew”

“Inna?”

Haksz…hakzz, saking senengY jd tante baru, aq bingung mw blg upuw..

yah, ga bisa ikut k SMrg kiy, tgl 23 mar, tanggung bsok 26 libur

tgl merah e, pas hari kamis, jum’at ga da kul jg.

Jd ga konsen kul APTL…punten Buw..

Lg Shock, seneng punya keponakan baruw…cow. Kog ga pas tgl 26 aj yuw, biar sama ma tante Phaw ultahY.heeheeee mawY……..

Selamat datang di dunia D’…”miLan”

Smua dah menanti kelairanMu ey…

Meni GeLo pisAn..

•Januari 4, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

(Waa…lama gag kPuskom neehh, maw uas pula, byk libur, byk mudik…kyaaaaa)

Ya Allah…

Seneng deh, DoaQ KAU kabulkan…hehhe… Akhirnya malem taon baru ‘n pas taon baru 2OO9 gag ujan. Meski cuma in d’ kost aja, tp seneng kog, coz taon2 sblomY plg cuma drmh..kmrn kan pertama X-na dJogja, liat kembang api dari t4 jemuran,.,.. aneh,,,..tapi keYYenz!! Hmmm…

Taon kemaren penuh cerita….kya laguY BBB yg lg hits ne, potos nyambung…hehehehe, maksudna putus yg sana trus nyambung yg sni..bukanY yg udah potos nyambung lagee…gt. Haks..haks…2008 kmrn…taon yg penuh tawa ‘n tangis…duwh…duwhh…da jg yg bkin trauma.Hugh!!!Yah..begitulah….

Yg tlah lalu biarlah berlalu..

But pas menjelang akher taon, Des akher…aq jd menggila…da yg bilang Phaw-Phaw mah meni gelo pisan..! Au’ ki, kena sindrom yg syusahh dihindari e…hee. Upu iekuww??

Eniwey, So far…so Gud kog!! Ya pow???

Mg di taon ne, semuaY jd lbh baik, dari segi mana pun.

Amin Ya Allah…..

“BaCanYa Yg keRas yA Pa …”

•Desember 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka.

Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu. Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham.

Pada saat John memeriksa pekerjaannya, Magy putrinya yang baru berusia 4 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri. Dia berkata dengan �suara manjanya, “Papa lihat!” John menengok kearahnya dan berkata, “Wah, buku baru ya?” “Ya Papa!” katanya berseri-seri, “Bacain dong!” “Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh”, kata John dengan cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas di depan hidungnya.

Magy hanya berdiri terpaku disamping John sambil memperhatikan. Lalu dengan suaranya yang lembut dan sedikit dibuat-buat mulai merayu kembali “Tapi mama bilang Papa akan membacakannya untuk Magy”. Dengan perasaan agak kesal John menjawab: “Magy dengar, Papa sangat sibuk. Minta saja Mama untuk membacakannya”. “Tapi Mama lebih sibuk daripada Papa” katanya sendu. “Lihat Papa, gambarnya bagus dan lucu.” “Lain kali Magy, sana! Papa sedang banyak kerjaan.”

John berusaha untuk tidak memperhatikan Magy lagi. Waktu berlalu, Magy masih berdiri kaku disebelah Ayahnya sambil memegang erat bukunya. Lama sekali John mengacuhkan anaknya. Tiba-tiba Magy mulai lagi “Tapi Papa, gambarnya bagus sekali dan ceritanya pasti bagus! Papa pasti akan suka”. “Magy, sekali lagi Ayah bilang: Lain kali!” dengan agak keras John membentak anaknya.

Hampir menangis Magy mulai menjauh, “Iya deh, lain kali ya Papa, lain kali”. Tapi Magy kemudian mendekati Ayahnya sambil menyentuh lembut tangannya, menaruh bukunya dipangkuan sang Ayah sambil berkata “Kapan saja Papa ada waktu ya, Papa tidak usah baca untuk Magy, baca saja untuk Papa. Tapi kalau Papa bisa, bacanya yang keras ya, supaya Magy juga bisa ikut dengar”.

John hanya diam. Kejadian 3 minggu yang lalu itulah sekarang yang ada dalam pikiran John. John teringat akan Magy yang dengan penuh pengertian mengalah. Magy yang baru berusia 4 tahun meletakkan tangannya yang mungil diatas tangannya yang kasar mengatakan: “Tapi kalau bisa bacanya yang keras ya Pa, supaya Magy bisa ikut dengar”. Dan karena itulah John mulai membuka buku cerita yang diambilnya, dari tumpukan mainan Magy di pojok ruangan.

Bukunya sudah tidak terlalu baru, sampulnya sudah mulai usang dan koyak. John mulai membuka halaman pertama dan dengan suara parau mulai membacanya. John sudah melupakan pekerjaannya yang dulunya amat sangat penting. Ia bahkan lupa akan kemarahan dan kebenciannya terhadap pemuda mabuk yang dengan kencangnya menghantam tubuh putrinya di jalan depan rumah. John terus membaca halaman demi halaman sekeras mungkin, cukup keras bagi Magy untuk dapat mendengar dari tempat peristirahatannya yang terakhir. Mungkin…

JANGAN JADIKAN DIRI ANDA SEPERTI JOHN, SAAT SEMUANYA TERJADI,PENYESALAN SUDAH SANGAT TERLAMBAT…… LAKUKAN SESUATU SEBELUM ANDA TERLAMBAT UNTUK MENYADARINYA, BERIKANLAH KEBAHAGIAAN BAGI MEREKA YANG ANDA CINTAI. APAKAH ANDA BENAR-BENAR MENCINTAI MEREKA?


http://www.dudung.net/artikel-bebas/bacanya-yang-keras-ya-pa-.html


BatASan itUw. .

•November 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ketika mereka telat pulang. . .

Ketika aq lagi tak di sana

ChannelY lg kesepian, mengadu,.,.,tanpa sadar,.,.,suatu hal telah terungkap,.,

Ketika dy telah kembali, Ia marah . . .

Jangan begitu, bedakan QT dgn mereka yg plg malem ato bahkan tak pernah pulang bersama cowk entah siapa, memang bukan masalah besar. Tapi tolong jangan ulangi lagi itu, takutnya nanti jadi kebiasaan. . .tak baik! Sungguh.

Rame, tak jd masalah, asal bersama, bertanggung jawab smua. Qt jauh dari Org Tua, Qt perempuan. SepatutY pula jaga nama, martabat, harga diri. Qt bukan mereka. Ia marah bukan karna benci, tapi malah wujud suatu kasih sayang, perhatianY kpd Qt smua.

Kalo malem dpan teras kos ajah, dari pada ada yg Nyap-Nyap…

Begitu?

Deal?!

Qt Sahabat kan..?

Friends Myspace Comments
MyNiceSpace.com

Friends Myspace Comments
MyNiceSpace.com

Ummieee..!!

•November 12, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sebening tetesan embun pagi..
Secerah sinarnya mentari..
Bila Qu tatap wajahmu ibu,
Ada kehangatan di dalam hatiQu..

Air wudhu s’lalu membasahimu..
Ayat suci ini s’lalu dikumandangkan..
Wajah lembut, penuh keluh dan kesah..
Berdo’a untuk putra putrinya..

IbuQu…
Engkaulah wanita..
Yang Qu cinta selama hidupQu..
Maafkan anakmu bila ada salah..
Pengorbananmu tanpa balas jasa…

Ya Allah…
Ampuni dosanya,
Sayangilah…
Seperti menyayangiQu..
Berilah Ia kebahagiaan…,
Di dunia juga di akhirat..

I Luv U Mom!!!

Kdg jd pengen kabur dr Jogja menuju sweet home tercinta..,
Untuk menemuimu…ibu.

Hiks.. 

Ojeg.., ojek…ojeq..jo gojeg…??

•November 11, 2008 • 1 Komentar

(artikel nie tak berlaku buwath anggota D’Rocx ‘n sobath2 in D’kost Quw)

(mereka=lbh dr 1 baik pi or pa)

Apa ne…maksudna? pripun e Buw..??

Well, all about ojeg,,.. tawaran itu menyambut berulang X..dari c dy, ia, maupun mereka… sewaktu diriQ bertangan satu, aq butuh ojeg..msk c tega aq gendong d’d’ jalan kaki dr kost menuju kampust, masi pula nybrang the gejayan road perlu perjuangan Xtra..sp pun yg jrg nyebrang dstu suda jelas perlu perpanjangan waktu untuk nyampe d sebrangY..pa lg kalo pagi2. hyahhh….help me!

Meski gt aq masi berusaha tak bergantung pd ojegs,…pernah ntu kala kul jm 9an aq minta nebeng ma salah satu anggota D’Rocx. Nyampe dpn kelas..di sambut ma c “Ular” :_waa…Phaw” skrg aleman, kul diantar jemput.._ Ya iyalah dianter jmput kan lg skt, oma ular. Emg kmu po?!huw..,.,.,,..toh yg anter jmput kan pelempuan.

Sekarang i’m uda sembuh, berkat doa dy. ia ‘n mereka.. Kalo da yg sama jdwl kulY brg, Qu bs brg..pi akher2 ne..aq ndiri menyusuri jalan gejayan b’conter HP, it’s fine. Asal gag da yg neko2in selama d perjalanan. Alhamdulillah…so far…it’s OK. Meski 1x pernah da pertunjukkan gratis di sampingQ( pas plg kul jln kaki ndiri at p4an gang Guru),yg bs bikin semua orang ilfill+kebat-kebit..pa lg aq.argh,.,.,.,..,dzing…!! Tp seEnggaY expresiQ tetep stay cool…hehehhe..padahal bs2 aq matahari merah jambu alias pinksun mendadak (SuLe_ suka lebai Phaw.,.,hagh hakx), untung ingat kata Dosen berpengalaman ky gt jgn t’lalu ditanggepin..,.,cuex beibeh ajah! Okz, trus melanjutkan misi 1000 langkah per hari menuju kost dengan dag dig dug gag karuan sepanjang jalan. Hwahhh…,.,nyampe kost teriakQu..bla.,.,bla,..,,..bla..,,masak td di p4an stu bla,.,bla.,.,bla,,.,bla.,.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,…………,.,.,.,.,.,.,.,.,,……….., the end. Gerrrrrrrrrrraahhhhhhhhhhhhh!!

Back to ojeg…

Tapi akher2 ne, knp y aq jd awang2en kalo mw jalan kaki…ergh…pdhal kan sehaat Phaw!! Tp knp gt, jadi gag Mood bwt jalan kaki???

Kangennnnnnnnnnnnn naek mtor ndiri… biar gag ngrepotin ojegs. Ugh..,.,..,.,.,,,.

asal gag kejadian aj ky gni:

Hehehehee…..

Msk aq jd korban tabrak lari lg???
Suabar nggih..pHaw…..!!

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.